Categories: MOBILE LEGENDS

Pelajar Kecanduan Mobile Legends Akan Dikirim ke Barak, Kata Dedi Mulyadi

IDNPLAY NEWS – Pelajar Kecanduan Mobile Legends Akan Dikirim ke Barak. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mengusulkan pendekatan unik dalam menangani pelajar bermasalah. Program ini diumumkan langsung oleh Dedi saat berada di Gedung DPR RI Jakarta. Ia menyebut sejumlah kategori pelajar yang akan dimasukkan ke barak pendidikan khusus. Kategori itu mencakup siswa yang tawuran, mabuk, hingga kecanduan gim. Pelajar yang sering bolos sekolah juga masuk ke dalam target program ini. Termasuk juga siswa yang melawan atau mengancam orang tuanya di rumah. Semua akan dijaring ke dalam sistem pendidikan alternatif berbasis disiplin. Barak tersebut disiapkan bukan untuk pelatihan fisik seperti militer. Namun, pendekatan militer akan difokuskan pada pembinaan mental dan disiplin. Para pelajar akan dibina agar lebih bugar dan sehat secara emosional.

Tidak untuk Melatih Perang, Tapi Bangun Disiplin dan Pikiran Sehat

Konsep ini ditegaskan Dedi sebagai cara membangun kesehatan mental anak muda. Pelatihan perang tidak akan diberikan kepada para peserta barak. Sebaliknya, rutinitas positif akan diterapkan untuk menciptakan keteraturan. Tidur, makan, dan belajar akan dijadwal dengan ketat di barak pendidikan ini. Dikatakan Dedi, tujuan utamanya adalah memperbaiki pola pikir pelajar. Banyak pelajar kini mengalami krisis disiplin dan kontrol diri. Kondisi ini diperparah oleh akses bebas ke gim online dan internet. Pola tidur yang rusak akibat kecanduan gim menjadi salah satu perhatian utama. Kegiatan siaran langsung dan bermain hingga pagi sering dilakukan oleh pelajar. Kebiasaan ini diharapkan bisa diputus melalui sistem barak yang disiplin.

“Baca juga: Spoiler One Piece 1144: Scopper Gaban Ikut Meramaikan Pertempuran, Apa Yang Akan Terjadi?”

Kasus Ekstrem Jadi Alasan Gagasan Ini Dimunculkan

Gagasan ini disebut Dedi sebagai respons dari banyaknya kasus ekstrem di lapangan. Salah satu contohnya adalah dua siswa SMP yang menghabisi kakeknya. Kasus ini terjadi hanya karena pelajar dilarang keluar malam. Anak-anak itu ingin bermain gim Mobile Legends menggunakan WiFi publik. Pelaku terbiasa bermain hingga pukul 04.00 dini hari. Aksi itu terjadi karena tidak adanya pengawasan dan kontrol kebiasaan digital. Peristiwa tersebut membuat masyarakat mulai sadar akan bahaya kecanduan. Game bukan sekadar hiburan, namun bisa menjadi candu yang merusak. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak usia sekolah. Dedi melihat barak sebagai cara untuk menekan dampak negatif ini.

Uji Coba Akan Dilakukan di Daerah Rawan

Penerapan program ini tidak akan langsung diberlakukan secara massal. Tahap awal akan dimulai di daerah dengan pelanggaran pelajar yang tinggi. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitas. Jika berhasil, program ini akan diperluas ke seluruh wilayah Jawa Barat. Pemda akan berkoordinasi dengan sekolah dan orang tua siswa. Sosialisasi dan pendekatan awal akan diberikan sebelum siswa dikirim. Pelatihan dan pendampingan mental akan melibatkan psikolog dan konselor. Fasilitas barak disiapkan agar aman dan kondusif untuk pembinaan. Dukungan logistik dan kurikulum juga akan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi konkrit, bukan hanya diskusi semata.

“Simak juga: Membangun Budaya Kerja Berfokus pada Pelanggan: Kunci untuk Kepuasan dan Inovasi”

Reaksi Masyarakat Masih Beragam

Meskipun banyak yang setuju, sebagian masyarakat menyuarakan kekhawatiran. Orang tua khawatir program ini terlalu keras dan bisa berdampak psikologis. Namun, Dedi menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap diutamakan. Tidak ada kekerasan yang akan dilakukan di dalam barak. Pelajar Kecanduan Mobile Legends Akan Dikirim ke Barak sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kebiasaan digital ekstrem. Program ini murni untuk mengubah kebiasaan buruk secara bertahap. Perubahan akan diarahkan melalui rutinitas sehat dan lingkungan terkendali. Dukungan dari guru dan orang tua sangat dibutuhkan dalam proses ini. Evaluasi dan umpan balik akan dibuka untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Gagasan ini dianggap sebagai cara serius menangani krisis moral pelajar. Harapannya, para siswa kembali ke sekolah dalam kondisi lebih baik.

Rafael Adi Pratama

Recent Posts

Valve Hapus Big Head Mode dari CS2 Hanya 5 Hari Setelah Rilis, Ini Alasannya

IDNPLAY NEWS - Valve mengejutkan komunitas Counter-Strike 2 dengan keputusan yang sangat tidak biasa yaitu menghapus fitur Big Head Mode…

3 hours ago

Kemenekraf Bawa Game Indonesia ke Gamescom Asia 2026 untuk Bidik Pasar Global

IDNPLAY NEWS - Kementerian Ekonomi Kreatif atau Kemenekraf mengambil langkah yang sangat berani dan sangat strategis dalam mendorong industri game…

1 day ago

MPL Malaysia S18: Dolynn, Jungler Muda Indonesia Raih Rising Star of the Season yang Membanggakan

IDNPLAY NEWS - Seorang jungler muda berbakat asal Indonesia bernama Dolynn berhasil meraih penghargaan yang sangat bergengsi yaitu Rising Star…

2 days ago

BLAST Slam IX Umumkan 16 Tim Peserta, Team Spirit dan Team Liquid Terima Undangan Langsung

IDNPLAY NEWS - BLAST Slam IX resmi mengumumkan daftar 16 tim yang mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam turnamen Dota 2…

3 days ago

FFWS Global Finals 2026: Misi Merah Putih Rebut Kembali Takhta Juara Dunia Free Fire

IDNPLAY NEWS - Tujuh tahun adalah waktu yang sangat lama dalam dunia esports yang bergerak sangat cepat, dan sudah tujuh…

4 days ago

Lima Pemain yang Wajib Dipantau Ketat di Playoff MPL ID Season 18

IDNPLAY NEWS - Playoff MPL Indonesia Season 18 sudah di depan mata dan ketegangan yang menyelimuti komunitas Mobile Legends Indonesia…

5 days ago
Zona IDNGGsekumpul faktaradar puncakinfo traffic idscarlotharlot1buycelebrexonlinebebimichaville bloghaberedhaveseatwill travelinspa kyotorippin kittentheblackmore groupthornville churchgarage doors and partsglobal health wiremclub worldshahid onlinestfrancis lucknowsustainability pioneersjohnhawk insunratedleegay lordamerican partysckhaleej timesjobsmidwest garagebuildersrobert draws5bloggerassistive technology partnerschamberlains of londonclubdelisameet muscatinenetprotozovisit marktwainlakebroomcorn johnnyscolor adoactioneobdtoolgrb projectimmovestingelvallegritalight housedenvermonika pandeypersonal cloudsscreemothe berkshiremallhorror yearbooksimpplertxcovidtestpafi kabupaten riauabcd eldescansogardamediaradio senda1680rumah jualindependent reportsultana royaldiyes internationalpasmarquekudakyividn play365nyatanyata faktatechby androidwxhbfmabgxmoron cafepitch warsgang flowkduntop tensthingsplay sourceinfolestanze cafearcadiadailyresilienceapacdiesel specialistsngocstipcasal delravalfast creasiteupstart crowthecomedyelmsleepjoshshearmedia970panas mediacapital personalcherry gamespilates pilacharleston marketreportdigiturk bulgariaorlando mayor2023daiphatthanh vietnamentertain oramakent academymiangotwilight moviepipemediaa7frmuurahaisetaffordablespace flightvilanobandheathledger centralkpopstarz smashingsalonliterario libroamericasolidly statedportugal protocoloorah saddiqimusshalfordvetworkthefree lancedeskapogee mgink bloommikay lacampinosgotham medicine34lowseoulyaboogiewoogie cafelewisoftmccuskercopuertoricohead linenewscentrum digitalasiasindonewsbolanewsdapurumamiindozonejakarta kerasjurnal mistispodhubgila promoseputar otomotifoxligaidnggidnppidnggarenaoxligawbototoiaspweb designvr