
Jersey Macan Putih tergantung di ruang latihan, menyimbolkan perjalanan berat kejatuhan EVOS Divine Free Fire usai gelar juara dunia Esports World Cup 2025.
IDNPLAY NEWS – EVOS Divine, tim Free Fire asal Indonesia berjuluk Macan Putih, mengalami penurunan performa drastis setelah menyandang status juara dunia Esports World Cup 2025. Kejatuhan EVOS Divine Free Fire ini terus berlanjut hingga memasuki musim FFWS SEA 2026 Fall yang berjalan sepanjang Agustus 2026.
Tahun 2025 menjadi puncak kejayaan EVOS Divine setelah mengangkat trofi Esports World Cup 2025 untuk cabang Free Fire. Kemenangan itu bukan sekadar tambahan gelar, melainkan bukti dominasi mutlak tim ini di kancah global saat itu.
Namun euforia tak bertahan lama. Sebagai juara bertahan dengan ekspektasi tinggi, EVOS Divine justru tampil di bawah standar saat FFWS Global Finals 2025 dan hanya finis di peringkat kesembilan, hasil yang sulit diterima untuk tim berstatus juara dunia.
Puncak kekhawatiran publik muncul saat fase Knockout Stage awal FFWS SEA 2026 Spring. Dari total 18 tim peserta, EVOS Divine terdampar di posisi ke-16, sebuah anomali besar bagi tim yang sebelumnya dikenal sebagai langganan papan atas kompetisi Asia Tenggara.
Pelatih EVOS Divine, Leem, menjelaskan salah satu penyebab utama adalah perubahan meta permainan yang signifikan dibanding era kejayaan mereka. “Kalau dari performa jelas beda karena meta juga sudah beda dari EWC. Meta dulu lebih ke heal, kalau sekarang lebih merata dan banyak skill aktif yang digunakan. Jadi adaptasi dengan meta sekarang memang lebih sulit dibandingkan EWC,” ujarnya.
Selain persoalan meta, pemain EVOS Divine, Koceel, mengungkapkan masalah komunikasi dan kejenuhan antar pemain turut memengaruhi koordinasi tim di lapangan. Kombinasi faktor teknis dan mental ini membuat EVOS sempat menempati posisi terakhir klasemen sementara pada pekan pembuka FFWS SEA 2026 Spring.
Penurunan performa EVOS Divine tidak terjadi dalam semalam, melainkan akumulasi faktor yang perlahan menggerus kekuatan tim. Fenomena yang dikenal sebagai championship hangover, rasa puas yang tidak disadari ditambah kelelahan dari jadwal kompetitif padat sepanjang 2025, membuat intensitas permainan mereka menurun secara bertahap.
Baca Juga: Analisis mendalam kejatuhan EVOS Divine dari puncak dunia
Kebanyakan narasi media menempatkan EVOS Divine sebagai tim yang “gagal total” tanpa menyoroti detail dramatis proses mereka lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring. Padahal justru di titik paling kritis itulah karakter asli tim juara dunia terlihat jelas.
Berlawanan dengan kesan bahwa EVOS sudah habis secara mental, mereka justru berhasil mengamankan tiket terakhir dari zona kualifikasi regional pada pekan keempat Knockout Stage yang berlangsung 15-17 Mei 2026, unggul 24 poin atas HEAVY yang berada tepat di bawahnya. Kapten tim, Rasyah, menyebut status juara dunia tidak membuat perjalanan menjadi mudah, namun pengalaman itu tetap menjadi modal penting saat tim berada di ujung tanduk.
Analis dari tim rival ONIC, Dika, bahkan secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa status juara dunia tetap membawa bobot tersendiri. “Menurut aku masih bisa lah EVOS lolos ke finals, jurdun kan jurdun. Masa juara dunia nggak bisa lolos 12 besar,” ujarnya, menunjukkan bahwa reputasi EVOS Divine di mata kompetitor tetap disegani meski performa di klasemen sedang terpuruk.
Memasuki musim FFWS SEA 2026 Fall yang berlangsung sejak pekan pertama 14-16 Agustus 2026, EVOS Divine kembali menghadapi start yang tidak ideal. Dari lima wakil Indonesia, EVOS bersama MBR Omega tercatat sebagai dua tim yang paling under-perform, dengan EVOS bertengger di posisi 14 klasemen pekan pertama.
Situasi semakin berat karena absennya dua pemain kunci, Rasyah dan Reyy, dalam sejumlah pertandingan pekan awal. Pada hari ketiga pekan pertama, EVOS bahkan hanya mengumpulkan 36 poin, jauh dari ekspektasi untuk tim berstatus juara Esports World Cup 2025.
Kondisi diperberat oleh dominasi tim Thailand di papan atas klasemen FFWS SEA 2026 Fall. Team Falcons memimpin dengan 272 poin, disusul AG.AL dengan 248 poin dan Buriram United Esports di posisi ketiga dengan 178 poin, menciptakan jarak signifikan yang harus dikejar EVOS Divine pada fase-fase berikutnya.
Tanda-tanda penurunan mulai tampak saat FFWS Global Finals 2025 ketika mereka hanya finis di peringkat kesembilan sebagai juara bertahan. Penurunan makin nyata pada FFWS SEA 2026 Spring saat EVOS terdampar di posisi ke-16 dari 18 tim.
Pelatih tim menyebut perubahan meta permainan sebagai faktor utama, ditambah masalah komunikasi dan kejenuhan antar pemain. Fenomena championship hangover akibat jadwal kompetitif padat sepanjang 2025 juga disebut turut berkontribusi.
Ya, EVOS Divine berhasil mengamankan tiket terakhir menuju Grand Finals di Ho Chi Minh City, Vietnam, setelah finis di posisi keenam Knockout Stage dengan 211 poin. Mereka menyusul Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu yang lebih dulu lolos.
EVOS Divine berada di posisi 14 klasemen pada pekan pertama FFWS SEA 2026 Fall, sempat terkendala absennya pemain kunci Rasyah dan Reyy. Tim masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi pada Phase 2 Knockout Stage berikutnya.
Kejatuhan EVOS Divine Free Fire menjadi pengingat bahwa gelar juara dunia tidak otomatis menjamin dominasi berkelanjutan di kompetisi esports yang terus berubah. Dengan Phase 2 FFWS SEA 2026 Fall masih di depan mata, pertanyaannya kini adalah apakah mental juara yang pernah menyelamatkan mereka di Spring bisa kembali terbukti sebelum musim ini berakhir.
IDNPLAY NEWS - Game Brookhaven RP Roblox masih menjadi salah satu pengalaman paling ramai di seluruh platform pada 2026 dengan…
IDNPLAY NEWS - Pengurus Besar Esports Indonesia resmi menetapkan 34 atlet esports Indonesia Asian Games 2026 usai merampungkan proses Entry…
IDNPLAY NEWS - NBA 2K27 resmi tersedia secara global mulai 4 September 2026 di PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo…
IDNPLAY NEWS - Babak Reguler Season MPL ID Season 18 memasuki pekan keempat dengan menghadirkan delapan laga sepanjang akhir pekan,…
IDNPLAY NEWS - Acer resmi memperkenalkan Predator Atlas 7, handheld gaming PC berlayar 7 inci, dalam ajang teknologi IFA 2026…
IDNPLAY NEWS - Pelatih asal Brasil Filipe "Astini" Ribeiro mengklaim lebih dari 40 pemain profesional terlibat dalam jaringan perjudian dan…
This website uses cookies.