
David Kochet alias Huty. Foto: X.com/Stack
IDNPLAY NEWS – Pemain profesional Fortnite asal Ceko, David “Huty” Kochet, dilepas oleh tim esports FLC hanya beberapa hari setelah kamera siaran menangkapnya mengacungkan jari tengah di FNCS Global Championship 2026. Turnamen tersebut digelar di Lotto Arena, Antwerp, Belgia, pada 26 hingga 27 September 2026 dengan total hadiah 2 juta dolar AS.
FNCS Global Championship adalah panggung tertinggi kompetisi Fortnite setiap tahun. Sebanyak 50 duo terbaik dunia bertanding di depan penonton langsung dan jutaan pemirsa siaran.
Di ajang sebesar itu, setiap gerak gerik pemain bisa tertangkap kamera dan menyebar dalam hitungan menit. Potongan video gestur Huty langsung viral di media sosial, lengkap dengan dugaan bahwa Epic Games akan mengambil tindakan.
Kasus pro player fortnite dipecat ini menjadi sorotan karena Huty baru berusia 20 tahun dan kehilangan timnya bukan karena performa, melainkan karena satu momen emosional di depan kamera.
Huty tampil berpasangan dengan F1shyX di turnamen tersebut. Insiden terjadi di tengah persaingan sengit memperebutkan titik pendaratan di awal pertandingan, situasi yang sering memicu ketegangan antarpemain.
Turnamen sendiri akhirnya dimenangkan SwizzY, yang mencatat sejarah sebagai juara Global Championship dua kali berturut turut setelah juga menang di edisi Trios 2025.
Ketegangan muncul antara Huty dan pemain lain, Felipe “Romero” Romero, yang mendarat di area yang sama. Dalam istilah komunitas Fortnite, situasi ini disebut contested spawn, ketika dua tim berebut lokasi awal yang sama.
Setelah tim Huty berhasil menyingkirkan Romero di awal laga, kamera siaran menyorot wajahnya. Saat itulah Huty mengacungkan jari tengah ke arah kamera, momen yang langsung disiarkan secara langsung ke penonton global.
Beberapa hari setelah turnamen, FLC mengumumkan berpisah dengan Huty. Organisasi itu juga menegaskan F1shyX tidak terlibat dalam insiden tersebut dan tidak layak terkena dampak dari kontroversi yang ditimbulkan rekan setimnya.
Langkah cepat ini menunjukkan organisasi esports kini semakin ketat menjaga citra di hadapan sponsor dan penggemar.
Pemecatan ini terasa pahit karena Huty baru bergabung dengan FLC dari Pandore Esport beberapa hari sebelum Global Championship dimulai. Masa kerjanya bersama tim baru praktis hanya berlangsung sekitar satu turnamen.
Baca Juga: Huty dilepas FLC usai gestur kasar di FNCS Globals
Gestur kasar di dunia kompetisi bukan hal baru. Namun, menurut kami, yang berubah adalah konsekuensinya. Dulu, emosi pemain di depan layar sering dianggap bagian dari bumbu persaingan. Kini, ketika setiap turnamen besar disiarkan dengan kamera wajah pemain, satu detik bisa menjadi klip viral yang dilihat sponsor.
Ketika kami mencermati pola kasus serupa di esports, organisasi cenderung mengambil keputusan cepat untuk melindungi kerja sama sponsor. Pemain muda sering belum menyadari bahwa mereka bukan hanya atlet, tetapi juga wajah merek yang menaungi mereka.
Ada juga sisi yang jarang dibahas, yaitu tekanan mental. Pertandingan off spawn yang penuh dendam antarpemain menciptakan situasi emosional ekstrem. Tanpa pendampingan psikologis yang memadai, ledakan emosi seperti ini mudah terjadi.
Bayangkan kamu pemain muda Indonesia yang baru dikontrak tim besar dan tampil di final MPL atau turnamen internasional pertama. Lawan memancing emosi sejak awal laga, dan kamera terus menyorot wajahmu.
Ada dua kebiasaan yang bisa menyelamatkan karier sejak dini.
Latih rutinitas menenangkan diri, seperti mengatur napas atau berbicara dengan rekan satu tim, saat emosi memuncak. Ingat bahwa kamera bisa menyorot kapan saja, termasuk saat kamu merasa sudah menang.
Baca dengan teliti pasal tentang kode etik dan perilaku dalam kontrak tim. Banyak kontrak esports memuat klausul yang memungkinkan pemutusan sepihak jika pemain dinilai merusak reputasi organisasi atau sponsor.
Pemain tersebut adalah David “Huty” Kochet, pemain Fortnite asal Ceko berusia 20 tahun yang dilepas tim FLC setelah FNCS Global Championship 2026.
Turnamen digelar di Lotto Arena, Antwerp, Belgia, pada 26 hingga 27 September 2026 dengan 50 duo peserta dan total hadiah 2 juta dolar AS.
FLC menegaskan F1shyX, rekan duo Huty, tidak terlibat dalam insiden tersebut dan tidak pantas terkena dampak kontroversi.
Kasus Huty menjadi pengingat bahwa di esports modern, sikap di depan kamera sama pentingnya dengan kemampuan bermain. Satu ledakan emosi bisa menghapus kerja keras bertahun tahun. Menurutmu, apakah hukuman pemecatan sudah sepadan dengan kesalahannya?
IDNPLAY NEWS - UniPin menghadirkan empat gim karya studio lokal melalui UniPin Gaming Pavilion di Indonesia Comic Con 2026 yang…
IDNPLAY NEWS - RRQ Hoshi menantang Evos Esports dalam Derbi Klasik MPL ID Season 18 pada Minggu, 4 Oktober 2026,…
IDNPLAY NEWS, Jakarta - Bigetron by Vitality bertemu RRQ Hoshi pada Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 17.00 WIB di Week…
IDNPLAY NEWS, Nagoya - Timnas PUBG Mobile Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 tanpa medali dengan 95 poin, hanya lima poin…
IDNPLAY NEWS - Timnas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia memastikan minimal medali perak setelah menyingkirkan Mongolia 2-0 di semifinal…
IDNPLAY NEWS, Nagoya - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat mengapresiasi keberhasilan Timnas Pokémon Unite Indonesia meraih medali perak…
This website uses cookies.