Categories: VALORANT

Paper Rex di Grand Final VALORANT Masters London 2026: Perjalanan Epik yang Berakhir Dramatis

IDNPLAY NEWS – Paper Rex mengamankan tempat di Grand Final VALORANT Masters London 2026 setelah mengalahkan EDward Gaming 2-1 dalam Upper Bracket Final yang intens, menjadikan mereka tim Pacific pertama yang melaju ke babak puncak turnamen bertotal hadiah satu juta dolar AS ini tanpa sekalipun menyentuh lower bracket. Namun perjalanan Paper Rex Masters London 2026 yang tampak mulus itu berakhir dengan kekalahan dramatis 2-3 dari Leviatán dalam Grand Final yang kini sudah masuk catatan sejarah kompetisi VALORANT internasional.

Dominasi Upper Bracket yang Tak Terbantahkan

Paper Rex melakukan sesuatu yang luar biasa di VALORANT Masters London 2026. Wakil Pacific ini melewati upper bracket tanpa sekali pun terjatuh ke lower bracket, mengalahkan tiga lawan berkualitas secara berurutan untuk mengamankan tempat di Grand Final pada 21 Juni. Konsistensi inilah yang membedakan PRX dari seluruh peserta turnamen yang berlangsung di Copper Box Arena, London.

Perjalanan mereka dimulai dengan kemenangan bersih 2-0 atas Leviatán pada 12 Juni, dilanjutkan kemenangan susah payah 2-1 atas Team Vitality pada 15 Juni, dan mencapai puncaknya dengan kemenangan 2-1 atas EDward Gaming di Upper Bracket Final pada 19 Juni. Dalam format turnamen di mana upper bracket menghargai konsistensi di atas segalanya, Paper Rex Masters London 2026 adalah cerminan tim yang paling stabil di arena.

Duel Sengit Lawan EDward Gaming: Peta demi Peta

Seri melawan EDward Gaming menghadirkan semua yang diharapkan dari dua tim paling eksplosif di turnamen ini, mulai dari drama overtime, perubahan momentum, hingga peta ketiga yang menentukan. PRX tidak mendapat kemenangan mudah di sini.

Peta pembuka langsung menjadi salah satu peta paling ketat di turnamen ini. Paper Rex membangun berbagai peluang untuk menutup permainan dalam waktu reguler, namun EDward Gaming menolak menyerah. Setelah memaksa overtime, skuad China itu membawa momentum maju dan menyelesaikan comeback untuk merebut Breeze 15-13. Namun PRX tidak tergoyahkan. Mereka merespons dengan kemenangan tipis 14-12 di Fracture sebelum mendominasi Split 13-6 untuk memastikan tiket Grand Final.

Baca Juga: Bracket dan Hasil Lengkap VALORANT Masters London 2026 di Liquipedia

Keunggulan struktural Paper Rex Masters London 2026 di Grand Final juga patut dicatat. Sebagai tim upper bracket, Paper Rex mendapatkan keuntungan berupa 2-map ban advantage dalam proses veto peta. Ini adalah keunggulan nyata dalam format best-of-five yang bisa menentukan segalanya sebelum satu peluru pun ditembakkan di server.

Paper Rex: Profil Tim yang Sudah Kenyang Panggung Besar

Paper Rex dari Singapura tampil di Grand Final ini sebagai penampilan Grand Final kelima mereka, sebuah konsistensi yang mencerminkan organisasi yang telah menemukan cara untuk tampil puncak di momen yang paling penting. Tidak banyak tim di ekosistem VALORANT kompetitif global yang bisa mengklaim rekam jejak semewah ini.

Roster inti PRX yang terdiri dari Jinggg, f0rsakeN, d4v41, something, dan invy menunjukkan konsistensi yang sulit diganggu sepanjang turnamen ini. PRX juga memegang head-to-head yang dominan atas Leviatán, memenangkan semua lima pertemuan terakhir mereka. Selain itu, mereka sebelumnya mencapai Grand Final di Masters Santiago 2026 awal musim ini dan menyapu bersih Grand Final VCT Pacific Stage 1 dengan skor 3-0. Fakta yang sering diabaikan adalah bahwa Paper Rex Masters London 2026 sejatinya adalah puncak dari akumulasi pengalaman bertahun-tahun yang matang.

Grand Final Melawan Leviatán: Drama Lima Peta yang Menyayat

Leviatán datang ke Grand Final bukan sebagai tim yang lemah. Wakil Amerika itu harus berjuang melewati lower bracket untuk mendapatkan kesempatan ini, termasuk mengalahkan EDward Gaming di Lower Bracket Final. Perjalanan lower bracket mereka mencakup empat kemenangan beruntun tanpa menjatuhkan satu pun peta setelah kekalahan pembuka dari PRX.

Paper Rex menentukan nada di Fracture, dengan cepat membangun keunggulan 10-2 pada babak pertama dan menutup peta 13-3 untuk meraih kemenangan peta pertama. Namun Leviatán segera merespons. Di Split, wakil Amerika itu langsung tancap gas dengan start 6-0 dan menjaga ketenangan hingga memenangkan peta kedua untuk menyamakan kedudukan.

Kedua tim saling bertukar keunggulan dalam pertarungan ketat, dan ketika momen-momen krusial tiba, Paper Rex berhasil menemukan jawaban yang dibutuhkan dan meraih kemenangan 13-11 untuk kembali unggul 2-1 di seri. PRX tinggal satu peta dari gelar juara. Namun Leviatán tampil di bawah tekanan tertinggi saat PRX hanya butuh satu peta lagi. Setelah tertinggal 5-7 di babak pertama, wakil Amerika itu bangkit setelah pergantian sisi, merebut momentum peta demi peta hingga memaksa peta kelima yang menentukan.

Di peta kelima Lotus, Leviatán meledak keluar dengan keunggulan luar biasa 11-1 di babak pertama. Paper Rex menunjukkan tanda-tanda perlawanan setelah pergantian sisi, namun defisit itu terlalu besar untuk dikejar. Leviatán tetap tenang, menghentikan upaya comeback, dan mengamankan ronde-ronde terakhir untuk menutup Lotus 13-5 dan memenangkan seri serta gelar juara.

Warisan Paper Rex di Masters London: Runner-Up yang Tetap Membanggakan

Leviatán dinobatkan sebagai juara VALORANT Masters London 2026 setelah mengalahkan Paper Rex 3-2 di Grand Final pada Minggu, 21 Juni. Anggota rookie tim tersebut, Neon, juga secara khusus dinobatkan sebagai MVP turnamen. Bagi Paper Rex, ini adalah kekalahan yang perih namun bukan akhir dari segalanya.

Grand Final Masters London memberikan 8 Championship Points untuk juara pertama dan 6 poin untuk runner-up, yang keduanya langsung berkontribusi pada kualifikasi VALORANT Champions 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai akhir tahun ini. Artinya, Paper Rex Masters London 2026 meski berakhir tanpa trofi, tetap memberikan modal penting untuk perjalanan menuju panggung terbesar VALORANT tahun ini. Tim Pacific ini sudah membuktikan mereka adalah salah satu dua tim terbaik di dunia saat ini, dan dengan pengalaman Grand Final kelima di pundak mereka, musim belum berakhir untuk PRX.

Rafael Adi Pratama

Recent Posts

Anime So What’s Wrong with Getting Reborn as a Goblin, Perjalanan Akira Mengubah Nasib Bangsa Goblin

IDNPLAY NEWS - So What's Wrong with Getting Reborn as a Goblin? menghadirkan kisah Akira Yagami, seorang pekerja kantoran yang…

3 days ago

Valve Hapus Big Head Mode dari CS2 Hanya 5 Hari Setelah Rilis, Ini Alasannya

IDNPLAY NEWS - Valve mengejutkan komunitas Counter-Strike 2 dengan keputusan yang sangat tidak biasa yaitu menghapus fitur Big Head Mode…

4 days ago

Kemenekraf Bawa Game Indonesia ke Gamescom Asia 2026 untuk Bidik Pasar Global

IDNPLAY NEWS - Kementerian Ekonomi Kreatif atau Kemenekraf mengambil langkah yang sangat berani dan sangat strategis dalam mendorong industri game…

5 days ago

MPL Malaysia S18: Dolynn, Jungler Muda Indonesia Raih Rising Star of the Season yang Membanggakan

IDNPLAY NEWS - Seorang jungler muda berbakat asal Indonesia bernama Dolynn berhasil meraih penghargaan yang sangat bergengsi yaitu Rising Star…

6 days ago

BLAST Slam IX Umumkan 16 Tim Peserta, Team Spirit dan Team Liquid Terima Undangan Langsung

IDNPLAY NEWS - BLAST Slam IX resmi mengumumkan daftar 16 tim yang mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam turnamen Dota 2…

1 week ago

FFWS Global Finals 2026: Misi Merah Putih Rebut Kembali Takhta Juara Dunia Free Fire

IDNPLAY NEWS - Tujuh tahun adalah waktu yang sangat lama dalam dunia esports yang bergerak sangat cepat, dan sudah tujuh…

1 week ago